monoton
Saturday, September 29th, 2007sama,
lagi.
dengar ini, dengar itu
lihat sini, lihat sana
persis,
sekali lagi.
huh!
sama,
lagi.
dengar ini, dengar itu
lihat sini, lihat sana
persis,
sekali lagi.
huh!
(surat untuk Sang Maha Rencana)
aku bertanya-tanya…
"apa rencanaNya di balik pertemuan kita?
takdir apa yang akan digariskanNya dengan perkenalan antara kau dan aku?
mengapa Ia merancang waktu sehingga kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?"
Tuhan…
jangan pisahkan kami karena beda,
jangan Kau membuat kami merasa menyesal dengan pertemuan ini jikalau nanti Kau menghendaki rasa kasih sayang yang Kau tumbuhkan di hati kami berdua tak akan Kau abadikan…
kami hanyalah dua manusia lemah dan penakut :
kami tak akan mampu jika sampai kehidupan kami terpisahkan
kami takut akan kuasaMu kelak yang menyatakan bahwa kami berdua bukanlah kehendakMu…
kami takut jika semua waktu yang telah lewat, jika semua kenangan indah dan harapan kami padaMu pupus dan tak akan terceritakan lagi untuk selamanya…
Tuhan…
kami memang pemimpi, pemimpi yang ingin terus bermimpi
hanya usaha serta panjatan doa teruntai untukMu, agar Kau berkenan untuk mengabulkannya…
kami hanyalah manusia bodoh yang tak mengerti sedikit apapun tentang semua rahasia yang Kau miliki…
aku masih bertanya-tanya…
"apa dan bagaimanakah caraNya menentukan kisah makhluk ciptanNya?
apa yang Ia sembunyikan dan kapan Ia akan memberitahu kita?"
kami terus mencari tahu, karena kami memang bodoh.
kami akan mengejarMu untuk mengetahui semua jawaban dari kebingungan-kebingungan yang terus menggelayuti benak kami…
Tuhan…
buatlah kami paham, sadar dan mengerti.
kami tahu, kami berdua tak akan mendapatkan jawaban dariMu.
kamilah yang harus mencari sendiri jawabannya dengan membaca detik-detik waktu yang terus Kau putar…
bantu dan bimbing kami berdua di jalanMu
jangan sampai kami berpikir pertemuan yang Kau atur akan berakhir sia-sia dengan perpisahan yang sedih dan menyakitkan…
kami selalu dan selalu berharap, bahwa kami adalah insan yang Kau ciptakan dan Kau anugerahi rasa cinta untuk tetap boleh merasakan kebahagiaan.
dan aku akan terus bertnya-tanya…
"mengapa kita dipertemukanNya?
mengapa kita saling mengenal?
mengapa rasa cinta itu kian bersemi?
mengapa ada rasa tak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya?"
Tuhan…
aku ciptaanMu yang egois, dia juga…
kamilah karyaMu yang akan tetap-terus-selalu memohon padamu…
"SATUKAN KAMI"
langit atapku,
bumi alasku,
alam selimutku
kesederhanaan mimpi
yang kuharap nyata
beton atapku,
aspal alasku,
gedung-gedung selimutku
kesempurnaan fakta
yang kuharap ilusi
menjejalkan tangan mungilku di antara pekatnya kabut yang semakin gelap tiap aku mengedipkan mata, sampai peluhku habis tercecer dalam jejak langkah yang satu per satu kutanggalkan, aku mencari celah untuk keluar…
aku tersesat dalam labirin yang bau, pengap, dan sempit. matahari seperti mati bagiku, secercah pun tak kudapati sinarnya menerangi tiap detik keberadaanku…
nafasku tersengal-sengal, dadaku sesak. aku tercekik oleh kebingunganku sendiri dimana abu abu selalu mencumbu rongga rongga isi otakku… aku tercekat saat hitam mengayun ayun dengan indahnya di dapan kedua pelupuk panca inderaku… aku terbius ketika putih menggelayuti sendi sendi mimpi burukku…
aku mencoba untuk tak peduli, aku benci ketiga-tiganya… mereka sama-sama munafik karena memang setali tiga uang… abu-abu, hitam dan putih tetap rukun bermain main dengan riangnya di belakangku…
aku ingin bertemu pelangi, aku rindu akan warna warninya yang memukau…
H 3121 KA