Archive for December, 2008

kenapa?

Sunday, December 28th, 2008

kenapa…

mudah datang, mudah pergi

baru sebentar aku merasa senang

aku harus kembali menangis, sekarang.

cepat ada, cepat hilang

belum lama aku mengecap bahagia

aku sudah menitikan air mata, lagi.

Tuhan,

aku yang lemah memohon

agar Kau senantiasa memberi jalan

ketegaran untuk hidup

kekuatan untuk bertahan,

serta ketabahan untuk tetap berjuang.

Tuhan,

aku yakin Kau pasti tahu

aku menyayanginya tulus, apa adanya

jangan biarkan aku kehilangan dia.

(201208)

lagi lagi, lagi mellow nich!

Sunday, December 28th, 2008

Tak bisa aku pungkiri, aku tengah mencurahkan perasaan sayangku terhadap seseorang yang kini berada jauh di sana. Meskipun mungkin hatinya sudah tertuju pada orang lain. Tapi aku tak peduli, bagiku bisa mengenalnya dan pernah melewati beberapa hari bersamanya sudah membahagiakanku. Dia masih mengingatku dan menyimpan nomorku di memori ponselnya lebih dari cukup untukku. Walau mustahil, dering panggilan atau pesan tak akan pernah ada darinya untukku lagi. Ya, aku menyayanginya. Aku sayang padanya.

Perjumpaan singkat itu tak masalah untukku. Paling tidak dia pernah ada dan mengukir kenangan dalam lembar cerita kehidupanku. Untuk dikatakan ‘sekedar mampir’ juga bukan suatu hal memilukan untukku. Ini sudah jalanNya, sebuah alur yang tak bisa aku hindari. Sebuah naskah yang harus aku lakoni. Dia ada sebuah peran yang pernah singgah dalam perjalanan cintaku. Hanya sejenak, tapi berkesan bagiku.

Kebersamaan kami memang hanya dalam hitungan umur jagung, namun tiap detik yang kuhabiskan saat dekat dengannya bukan menjadi penyesalan bagiku. Tawanya, amarahnya, egonya dan segala tingkah lakunya yang membuatku tersenyum maupun gigit jari, semuanya menjadi sebuah keindahan yang membuatku menjadi semakin rindu. Mencintai tidak harus memiliki. Pepatah bijak yang terdengar klise. Tapi, menurutku kalimat itu seperti sebuah pembelajaran berharga. Bukankah Tuhan selalu memberi hikmah di balik semua peristiwa yang Ia ujikan kepada kita?

Aku yakin, perpisahan hanyalah sebuah jeda waktu yang bersifat sementara. Terima kasihku kepada Tuhan, lewat seorang teman yang telah mempertemukan aku dengannya. Seseorang berinisial “H”, semoga takdirNya memberi kita umur panjang untuk dapat berjumpa kembali. Jika bukan di alam fana ini, tak mengapa di suatu tempat yang lain.

Seandainya dia tahu, ah… sudahlah.

(H 3121 KA : 281208)

hanya karena …

Sunday, December 28th, 2008

soda, nanas muda, jamu kunir asam, rokok mentol

konsumsi rutin pasca kebodohan itu

loncat loncat, sit-up, back-up dan pijat urut perut

aktifitas harian setelah kekhilafan itu.

suatu kekonyolan singkat

hanya karena seonggok nafsu sesaat

otak tak menemukan pintu nalar

yang ada hanya pencapaian kepuasaan.

esensi nikmat tak terbendung

manakala setan tertawa riang membahana

pikiran menjadi mati rasa

serta merta logika tak kuasa menahan.

hasrat begitu menggebu-gebu

kuat dan dahsyat

seperti enggan menghalanginya

untuk menuntun hingga titik klimaks.

obsesi membumbui ambisi

hingga iman tergolek lemah tiada daya

dikalahkan oleh upaya manusiawi

yang diperbudak birahi.

dosa seakan hanya sebuah kata dalam kamus

dan Tuhan seakan tidak mempedulikannya

ketololan yang tidak tertolong

oleh norma norma.

waktu bergulir menjadi kadaluwarsa

satu akhir cerita yang klise

terlanjur salah, memang tidak berguna

penyesalan!

(211208)