hanya karena …

soda, nanas muda, jamu kunir asam, rokok mentol

konsumsi rutin pasca kebodohan itu

loncat loncat, sit-up, back-up dan pijat urut perut

aktifitas harian setelah kekhilafan itu.

suatu kekonyolan singkat

hanya karena seonggok nafsu sesaat

otak tak menemukan pintu nalar

yang ada hanya pencapaian kepuasaan.

esensi nikmat tak terbendung

manakala setan tertawa riang membahana

pikiran menjadi mati rasa

serta merta logika tak kuasa menahan.

hasrat begitu menggebu-gebu

kuat dan dahsyat

seperti enggan menghalanginya

untuk menuntun hingga titik klimaks.

obsesi membumbui ambisi

hingga iman tergolek lemah tiada daya

dikalahkan oleh upaya manusiawi

yang diperbudak birahi.

dosa seakan hanya sebuah kata dalam kamus

dan Tuhan seakan tidak mempedulikannya

ketololan yang tidak tertolong

oleh norma norma.

waktu bergulir menjadi kadaluwarsa

satu akhir cerita yang klise

terlanjur salah, memang tidak berguna

penyesalan!

(211208)

One Response to “hanya karena …”

  1. tomy Says:

    Kualitas & otentisitas manusia terletak pada pengambilan keputusan :D & bertanggung jawab penuh atas keputusannya
    Hidup adalah memilih, jangan pernah menyesal

Leave a Reply